Senin, 17 Februari 2025

Ketika Rasa Malas Itu Muncul


by : Nesya Ardella Simamora


Rutinitas yang kita lakukan setiap hari, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur saat malam hari, memang sangat membosankan. Belum lagi target di kerjaan dan beberapa to do list yang sudah terbayang bayang dikepala sebelum tidur. Sehingga kualitas tidur kita tidak sempurna, pekerjaan malah masuk ke dalam mimpi. Alhasil istirahat tidur malam kita bukan menjadi suatu momen untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh kita, malah bangun tidur kita menjadi sangat sangat malas untuk memulai hari. Capek dan bosan akan rutinitas memang suatu hal yang hampir setiap orang temui. Merasa capek oleh banyaknya pekerjaan juga adalah hal lumrah, dan setiap manusia pasti bisa merasakannya. Namun, pertanyaannya adalah apakah kita bisa bangkit dari rasa malas itu ? Bagaimana caranya ?.

Memang kunci dari rasa malas itu terletak pada diri kita sendiri. Malas dilawan dengan segera bergerak. Pusing memang ketika melhat tumpukan pekerjaan, namun kita bisa memulainya dengan break down tumpukan pekerjaan itu menjadi keping-keping kecil. Jika kita terus memikirkan pekerjaan yang banyak itu, yang ada rasa malas itu akan semakin mengakar saj dan pekerjaan kita akan semakin sulit. Jadi sebaiknya kita pecah pekerjaan-pekerjaan yang banyak menjadi mulai dari pekerjaan yang paling mudah, kita lakukan lebih dahulu. Start dari yang mudah. Itu akan lumayan membuat kita mulai mempunyai keinginan untuk mengerjakannya. Dan ingat, setiap apapun yang kita kerjakan, akan sangat berdampak baik terhadap produktivitas kita. Intinya tetap saja bergerak meskipun itu terlihat kecil. 

Rasa malas adalah rasa yang memvalidasi kita kalau kita ini manusia. Namun, jangan terus-terusan terjerat dengan rasa malas ini ya. Take a rest itu memang perlu, namun kita tetap harus fokus pada pekerjaan kita dan terus produktif. Jika terasa lelah, beristirahat. Selanjutnya, bergerak lagi. Jika capek, istirahat lagi. Lalu bergerak lagi. Begitu seterusnya. Ingat kesehatan Tubuh dimulai dengan pikiran yang tenang. Jangan ragu untuk berhenti sejenak.


Senin, 20 Januari 2025

Climate Change !

Oleh : Nesya Ardella Simamora

Akhir tahun 2024, kita saksikan begitu banyak bencana banjir, longsor dimana-mana. Terutama banjir, bahkan orangtua saya menjadi salah satu korban banjir di kota Binjai Sumatera Utara. Untungnya saya dan keluarga, meskipun tinggal di kota yang sama, namun kami tak terkena dampak banjir di kota Binjai karena tempat tinggal kami berada di dataran yang lumayan tinggi. Kejadian banjir ini ternyata bukan banjir yang tergolong rendah, bahkan air bisa sampai se-dada orang dewasa. Untungnya tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang dirasa cukup membuat sulit warga yang terdampak banjir.

Fenomena ini karena apa?. Setelah saya baca-baca tentang isu pemanasan global ternyata erat kaitannya dengan climate change yang kita rasakan saat ini. Emisi gas rumah kaca yang berlebihan membuat atmosfer semakin menipis dan panas yang masuk ke bumi semakin banyak akibat gas-gas CO2, metana, nitrogen yang memerangkap banyak panas di bumi yang menyebabkan suhu bumi meningkat, kita kenal dengan istilah pemanasan global. Efek rumah kaca, dimana atmosfer diumpamakan sebagai kaca, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung bumi yang menyaring panas matahari masuk kebumi, dan menyerap Sebagian panas bumi agar makhluk di bumi bisa hidup dan menjadikan bumi dapat ditinggali manusia dan tidak terlalu dingin, sedangkan Sebagian panas lainnya di pantulkan oleh atmosfer ke angkasa sebagai radiasi infra red.

Namun, dikarenakan aktifitas manusia yang semakin tinggi, seperti pembakaran minyak, batu-bara, gas, asap kendaraan motor yang semakin banyak, menghasilkan CO2, Metana, dan Nitrogen yang berlebihan. Ditambah lagi deforestasi atau penembangan hutan yang menyebabkan berkurangnya pohon yang mampu menyerap CO2 di lingkungan. Akhirnya menyebabkan gas-gas berlebihan tersebut menyerap panas yang berlebihan di bumi. Akibat dari suhu bumi yang meningkat, maka penguapan di permukaan bumi dan laut dan mengahasilkan banyak uap air di armosfer yang dapat menyebabkan curah hujan yang meningkat dan badai. Selain itu suhu bumi meningkat menyebabkan es di kutub mencair dan menyebabkan bertambahnya volume air di laut.

Masalah lain yang lebih serius yaitu berdampak pada Kesehatan serta krisis air dan pangan manusia akibat perubahan iklim. Akibat perubahan iklim, tentu menyebabkan peningkatan vector penyebab penyakit demam berdarah ataupun malaria. Dan terlihat saat ini banyaknya peningkatan kasus kejadian demam berdarah. Sedangkan untuk krisis air dan pangan, banyaknya lahan pertanian yang rusak akibat banjir serta dibagian wilayah lainnya yang mengalami kekeringan lahan akibat perubahan cuaca yang ekstrim. Tentu ini merupakan suatu masalah yang serius bagi keberlangsungan makhluk di bumi.

Permasalah climate change ini harus diatasi Bersama-sama. Bukan hanya permsalahan pemerintah atau Sebagian golongan. Tentu perlu adanya kesadaran bagi kita, seluruh makhluk di bumi ini melakukan Langkah-langkah untuk mengurangi emisi efek rumah kaca. Salah satu hal kongkrit yang dapat kita lakukan adalah menghemat Listrik dan air, kurangi penggunaan plastic, gunakan transportasi ramah lingkungan, dan semua dimulai dari diri kita sendiri.

 

Selasa, 14 Januari 2025

Mindset

 Oleh : Nesya Ardella Simamora


Jadi beberapa waktu lalu, ada satu tes yang diadakan disekolah anakku. Nah, tes ini tujuannya untuk melihat kecenderungan anak atau kata lainnya potensi. Gratis? ya pasti bayarlah, gak murah juga, jadi aku makin kuat alasannya untuk tidak mengikutkan anakku tes-tes sejenis itu. Kalian yang sedang membaca tulisan ini, mungkin ada yang sudah tau kali ya apa nama tes ini. Tapi sssst... aku gak mau spill disini nama tes nya ya. Intinya tes nya ‘katanya’ tujuannya untuk melihat potensi anak lewat sidik jari, yang dimana jari sang anak ditempelkan ke sejenis alat. Dulu sih pernah tes sidik jari ini sewaktu buat KTP, nah, alatnya begitulah kira-kira, percis malah. Setelah terlihat garis-garis tangan anak, penyelenggara tes ini mengaku bisa membaca potensi anak lewat sidik jari sang anak. Sehingga nantinya potensi yang telah disimpulkan, bisa membantu orang tua dalam mengarahkan minat dan bakat anak agar semakin optimal. Karena dirasa sudah mengetahui bakat sang anak, maka orangtua akan fokus kepada pengembangan bakat yang disimpukan dari hasil tes ini.

Tertarik ? oh aku sih tidak sama sekali. Jadi tuh, setelah aku membaca salah satu buku yang berjudul “Mindset” salah satu buku best seller yang telah terjual 1,9 juta eksemplar bahkan. Buku ini ditulis oleh Carol S.Dweck,Phd. Dari buku ini ada hal menarik yang kubaca, pertanyaan tentang mengapa manusia berbeda-beda ? mengapa ada yang cerdas dan ada yang tidak cerdas ? apakah ada suatu hal yang menjadi dasar perbedaan itu dan apakah sifatnya permanen atau bisa diubah?. Beberapa ahli bercerita tentang dua jenis mindset, ada yang disebut growth mindset dan ada juga fixed mindset. Apa perbedaan keduanya ? Nah, 2 jenis mindset ini lah yang membuat ada orang yang sukses dan ada orang yang stuck. 

Kita bahasa satu persatu ya, mulai dari growth mindset. Mindset ini cenderung meyakini bahwa seorang manusia itu bisa berubah dari segi kemampuan, keahlian, bakat, kreatifitas, cara berfikir berdasarkan latar belakang tiap orang, pengalaman, pelatihan yang didapatkannya atau proses kehidupan yang dilaluinya. Orang yang mungkin dulunya tidak ahli dalam suatu hal atau bidang, dengan jika seseorang dengan  Growth mindset ini, dia akan meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk dipelajari dan dilatih. Dengan belajar, maka setiap manusia pasti mampu dan punya keahlian tersebut meskipun awalnya dia tidak bisa atau mungkin awalnya dikatakan bukanlah bakatnya.

Kalian pernah dengar nama Alfred binet ? Dia adalah seorang pencipta tes IQ. Bahkan beliau lah yang mengatakan bahwa kecerdasan manusia bisa ditingkatkan melalui proses yang bisa mengasah kecerdasan manusia. Jadi beliau menyimpulkan bahwa proses kehidupan sesorang dapat menentukan kecerdasan sesorang. Padahal beliau pencipta tes IQ loh ! tapi beliau tidak mengatakan bahwa IQ itu sifatnya tetap atau permanen.

Nah, bagaimana dengan Fixed Mindset ?. Pernah gak kaian temui, seorang anak yang dulunya dibangku sekolah selalu juara dan mendapat ranking. Namun setelah dewasa eh kok malah gak sukses. Malah ada anak yang dulunya dikenal anak yang tidak cerdas, jarang mengerjakan PR sekolah, sering absen disekolah, sekarang malah bisa menjadi pengusaha sukses, menjadi jaksa, dan lain sebagainya. Ini menunjukkan bahwa seseorang yang mengandalkan kepintaran atau nilai akademiknya dulu semasa sekolah dan berfikir bahwa hal itu sudah cukup untuk mengantarkannya kelak menjadi orang yang sukses tanpa terus melatih diri dan berproses, ittu sangat keliru. Kecerdasan kita bisa dilatih dan ditingkatkan. Maka, mindset yang salah harus kita buang jika kita ingin bergerak sukses dan semakin sukse.

Senin, 13 Januari 2025

Program Makan Siang Gratis Dari Pak Presiden

 

Oleh : Nesya Ardella Simamora


Sejak terpilihnya Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, emak-emak di Indonesia mulai ‘gonjang-ganjing’. Mengapa ? kok gonjang-ganjing. Jelaslah, karena baru beberapa bulan dilantik menjadi Presiden, Bapak Prabowo sudah banyak saja gebrakannya. Seperti bulan Desember 2024 lalu, sudah mulai dijalankannya Program makan Siang Gratis untuk anak sekolah sebagaimana yang sempat diutarakan beliau saat kampanye lalu. Hingga saat ini bulan Januari, program ini masih berjalan dan terus dilakukan evaluasi demi evaluasi kelancaran pelaksanaan program dilapangan. 

Namun, beberapa waktu setelah program dijalankan, tidak sedikit yang komplain dan merasa tidak puas dengan makan siang gratis ini. Dari beberapa interview terhadapa anak sekolah oleh beberapa jurnalis, mereka mengatakan tidak puas. “Makanannya tidak enak, tidak seperti makanan dirumah”. “Susu jelas tidak terlalu bagus untuk menunjang gizi anak”, “Makanannya sedikit dan rasanya aneh”, dan lain sebagainya. Juga ada yang mengatakan program ini tidak tepat, pelaksanaannya tidak sesuai harapan, dan masih banyak lainnya. 

Sementara, di belahan Indonesia lainnya, ada anak yang didapati lahap sekali ketika memakan makan siang gratis ini. Ketika ditanya kenapa lahap sekali, apakah enak? anak itu menjawab, enak karena saya belum ada makan sejak pagi. Ternyata orang tuanya adalah masyaratakt dibawah garis kemiskinan yang untuk sarapan anaknya sebelum sekolah pun mereka tak mampu menyediakannya. Ada juga anak di titik lain Indonesia, yang ternyata tidak memakan makan siang gratisnya dan memilih menyimpannya untuk dibawa pulang kerumah. Dan ketika di tanya, “Karena mau kasih ke ibu, karena ibu dirumah pasti belum makan, dirumah tidak ada beras”. 

Dari dua fenomena itu, apakah kita masih menyebut program ini tidak tepat ?. Menurutku, coba kita mengambil jeda sebentar untuk bersyukur dibanding hanya terus mengutarakan komentar negatif kita. Pak Prabowo sangat menyayangi rakyatnya.  Program makan siang gratis ini mungkin tidak tepat bagi segelintir orang yang mempunyai kecukupan dan segi finansial. Namun, bagi mereka yang berada di garis kemiskinan, ini adalah hadiah dari Tuhan untuknya. Perjalanan mengurus 282 juta jiwa manusia Indonesia tentu tidak mudah. Mari doakan Pemerintah kita, agar senantiasa diberikan kekuatan dan langkah-langkah yang tepat dalam menjalankan tugas kenegaraannya demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia dibelahan Indonesia manapun.

Minggu, 12 Januari 2025

Membeli Barang Branded, Apakah Worth It?

 Oleh : Nesya Ardella Simamora


    Sering sekali kita melihat bahwa status sosial kita, dilihat dari seberapa mahal barang-barang ataupun outfit yang kita kenakan. Bahkan sebagian orang juga banyak yang meletakkan kepercayaan dirinya pada barang-barang yang ia kenakan. Merasa insecure ketika mengenakan barang-barang yang bukan termasuk high brand. Di tongkrongan, di arisan, di reunian, kerap sekali terjadi adu outfit. Namun, ada juga sebagian orang yang lebih memilih barang-barang branded namun bukan didasari rasa ingin diakui, atau yang sering kita dengar istilah saat ini yaitu validasi orang lain. Orang-orang seperti ini kerap membeli barang branded dikarenakan kualitas yang baik dari barang tersebut, sehingga barang tersebut akan lebih awet dipakai bertahun-tahun sehingga akan lebih menghemat (saving cost) dibanding membeli barang yang murah namun cepat rusak dan harus membeli lagi. Itu malah membuatnya merasa boros dan tidak bijak dalam segi keuangan.

    Namun, jangan salah. Baru-baru ini saya melihat banyak ‘sliweran’ review dari barang yang lumayan mahal dan branded namun kualitasnya tidak sesuai dengan harga yang dibandrol. Tidak sedikit konsumen yang merasa tertipu oleh merk  dan harganya, yang diharapkan dapat digunakan lebih lama, malah didapati rusak dan tak jauh dari kualitas barang yang murah dipasaran. Oleh karena itu, sebagai konsumen, kita juga harus lebih teliti danbijak dalam memilih barang branded yang akan dibeli. 

    Beberapa tips yang bisa menjadi referensi kalian untuk mempertimbangkan untuk membeli barang branded atu tidak. Pertama, sesuaikan dengan budget kalian masing-masing. Selain barang branded,  saat ini banyak juga produk lokal yang kualitasnya juga bagus. Jadi jangan memaksakan diri ya. Kedua, lebih teliti dalam memilih produk yang katanya branded namun kualitasnya tidak sesuai harga. Pelajari dan cari review dari pembeli sebelumnya, apakah worth it untuk dibeli. Ketiga, pilihlah model barang yang bersifat timeless. Agar model barang yang kalian beli bisa dipakai tanpa terlihat usang atau ketinggalan zaman. 


Kamis, 09 Januari 2025

Diare Akibat Konsumsi Kerang

 Oleh : Nesya Ardella Simamora

Sudah 3 hari bayiku yang berusia 1 tahun dirawat dirumah sakit. Sepulang aku dari kantor, aku mendapat kabar anakku sudah diare 4 kali dan muntah 3 kali. AllahuAkbar, kenapa lagi ini. Baru saja bulan lalu baru sembuh dari demam, batuk, pilek, kini muntaber lagi. Kondisi diare pada anak memang tak boleh dianggap biasa. Saat itu aku pantau memang kondisi fisiknya masih terlihat aktif dari luar. Namun, jika bayi mengalami muntah sekaligus diare hingga lebih dari 3 kali, ini adalah masalah serius karena dikhawatirkan akan menjadi dehidrasi, apalagi bayi sangat mudah sekali dehidrasi. Aku tunggu sampai maghrib, ternyata diarenya bukan berhenti malah makin menjadi-jadi. Total sudah 8 kali diare. Sementara aku sudah gelisah, menunggu ayahnya balik kerumah dari pekerjaan. Tanpa pikir panjang, akupun langsung membawa bayiku ke unit gawat darurat dirumah sakit karena melihat matanya sudah cekung yang menandakan dehidrasi.

Benar saja, sesampai di UGD dan diperiksa oleh dokter jaga saat itu, dokter tanpa banyak bertanya langsung menganjurkan rawat inap. Aku mencoba kembali mengingat apa yang menyebabkan bayiku sampai muntaber. Apa yang dikonsumsinya. Ah ternyata aku tadi pagi memasak menu kerang. Tepatnya aku membeli kerang kupas di suatu kedai. Yang ku tahu kerang yang kubeli saat itu masih terlihat segar. Pagi itu, bayiku nyemil kerang goreng yang kumasak untuk sarapan. Fix, penyebab anakku diare adalah kerang ini. Mungkin kerang yang kumasak mengandung bakteri atau alga yang menyebabkan seseorang menjadi keracunan kerang. Mungkin kerang yang kubeli bukanlah kerang yang segar. Aku pun sebenarnya tidak terlalu mengerti membedakan mana yang segar dengan yang tidak segar.

Intinya, aku sangat menyesal dan trauma membeli kerang kupas lagi. Dan sekarng di hari ketiga bayiku dirawat, masih saja diare namun perasaanku lebih tenang karena tetap ada cairan yang masuk lewat infus untuk menggantikan cairan yang keluar saat diare. Dan Alhamdulillah aku bisa lebih cepat membawanya ke UGD sebelum si bayi mengalami dehidrasu berat. Untuk kita dan siapapun yang membaca tulisan ini, please kalian wajib make sure segala bahan bangan yang kalian beli wajib segar. Dan yang pasti kerang ini lumayan membuatku trauma.

Selasa, 07 Januari 2025

SETELAH YOLO, TERBITLAH YONO 2025

 

Oleh : Nesya Ardella Simamora

Hai, pernahkah kalian mendengar istilah YOLO ? atau mungkin baru-baru ini kalian mendengar kata YONO ?. Baru-baru ini sebuah akun instagram bernama Good News From Indonesia memposting sebuah istilah ini untuk mengawali tahun baru 2025. Ternyata istilah ini mempunyai makna YOLO (You Only Live Once). Yaitu gaya hidup yang mengutamakan pengalaman dan kesenangan sesaat, tanpa terlalu memikirkan masa depan. Cenderung FOMO (Fear of Missing Out). Semua tren ingin diikuti agar terlihat tidak ketinggalan zaman dan agar mendapat pengalaman “pernah”. Akhirnya menimbulkan perilaku konsumtif yang berlebihan, impulsif terhadap suatu hal yang baru padahal tidak perlu, dan hedonis yaang berakhir mubazir, tidak menghargai uang dan akhirnya gagal secara manjemen finansial akibat prinsip “Ah hidup Cuma sekali” ini.

Ternyata memasuki tahun 2025, terdapat pergeseran gaya hidup menjadi YONO (You Only Need One) yang menekankan kepada gaya hidup minimalis, sederhana dan menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan. Di tahun 2025 ini banyak orang yang sudak melek finansial, istilah frugal living juma banyak muncul di media social. Perilaku ini sangat menimbulkan efek yang positif terhadap lingkungan terutama. Berkurangnya limbah pakaian yang sebelumnya sempat menjadi problem akibat tren fast fashion. Dan hal ini sangat baik untuk keberlanjutan lingkungan kita dan Kesehatan finansial tiap orang yag menjalankannya. Perubahan gaya hidup ini ternyata disebabkan tuntutan inflasi dan resesi yang mendorong seseorang harus menekan biaya hidup. Dan ternyata tren YOLO ini sangat befek terhadap Kesehatan mental seseorang. Biasanya orang yang selalu FOMO selalu merasa tidak puasa, haus validasi dan cenderung lebih stress akibat tuntutan model-model fashion yang tak habisnya untuk diikuti sehingga memakan budget yang cukup banyak. Sebalknya, orang-orang yang yang memilih untuk hidup secara sederhana akan lebih tenang, tidak focus terhadap validasi orang lain dan lebih sehat secara mental dan keuangan.

Lalu, kamu apakah sudah menjalankan gaya hidup YONO ini ? mari kita mulai tahun 2025 ini untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Tinggalkan kebiasaan buruk yang lama itu, mari kita sambut 2025 dengan gaya hidup yang lebih bijak.

 

Ketika Rasa Malas Itu Muncul

by : Nesya Ardella Simamora Rutinitas yang kita lakukan setiap hari, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur saat malam hari, memang sa...